Merdeka.com - Praktik aborsi di Klinik Bekasi Medical Centre akhirnya terbongkar. Puluhan tahun beroperasi tanpa gangguan, diduga banyak pasien sudah menggugurkan kandungan di tempat itu.

Mawar (bukan nama sebenarnya), merupakan bekas pasien aborsi di klinik itu. Perempuan berusia 24 tahun itu, menceritakan ngerinya aborsi pada klinik milik dr Jabat itu. Proses aborsi dilakukannya begitu mengerikan.

Mawar mengaku terpaksa melakukan aborsi lantaran hamil di luar nikah. "Waktu itu saya hamil, belum menikah," kata Mawar, Kamis (28/4).

Aborsi dilakukan saat usia kandungan Mawar berumur hampir tiga bulan. Merasa sebagai aib, keluarganya membawa Mawar ke Klinik Bekasi Medical Centre. Pemilihan tempat itu lantaran harga ditawarkan begitu terjangkau.

Sebelum memilih klinik milik dr Jabar, Mawar dan keluarga sebenarnya sudah mendatangi beberapa lokasi. Namun, mereka terpincut di klinik ini lantaran murah.

"Sebelumnya pernah ke Jakarta, namun harganya mahal, sehingga tidak jadi," katanya.

Klinik berlokasi di belakang Terminal Bekasi, ini menawarkan tarif, yaitu mencapai Rp 3 juta untuk melakukan aborsi. Kondisi ini akhirnya membuat Mawar dan keluarga sepakat untuk menggugurkan kandungan.

Dalam proses aborsi, kata Mawar, dr Jabat hanya memakai bius lokal dan tidak disuntik. "Pertama di-USG, terus langsung ke ruang aborsi. Lalu Dibius lokal, enggak disuntik, cuma kayak dimasukin sesuatu ke lubang anus," ujarnya.

Selanjutnya, dokter di klinik itu memasukkan obat penghancur janin melalui lubang vagina. Kemudian menunggu beberapa menit sampai janin hancur di dalam rahim.

"Habis itu di sedot pakai alat sambil di-USG, jadi kelihatan sudah bersih atau belumnya. Enggak sampai lima menit," ungkapnya.

Usai disedot, kata dia, dokter lalu membersihkan kandungan dengan alat seadanya, seperti cocor bebek untuk membuka vagina. Pembersihan dilakukan sampai benar-benar bersih.

"Pendarahannya itu mungkin karena pakai sendok, terkena dinding rahim," jelasnya.

Usai aborsi, Mawar mengaku diberi obat penghilang rasa sakit serta antibiotik.
Setelah sebulan, menstruasi kembali normal lagi seperti biasa. Menstruasi itulah yang benar-benar bisa membersihkan secara alami kandungan.

Meski berhasil melakukan aborsi, Mawar tetap merasa menyesal dengan tindakan dilakukannya. Tiap hari, peristiwa aborsi dialaminya menjadi mimpi buruk.

"Sampai sekarang jadi beban psikis buat gue, keinget terus, kayak orang gila kalau inget, nyesel," terang Mawar.